suasanan alam dieng di sore hari

Penghasilan Masyarakat Dieng Selain Bertani

Untuk masa sekarang dengan berkembangnya teknologi modern, maka berkembang pula pekerjaan dan usaha yang dijalani oleh masyarakat Dieng.

Dieng yang Dulu dengan Dieng yang Sekarang

Pada umumnya masyarakat Indonesia adalah sebagai pelaut dan petani. Dengan berkembangnya kemajuan jaman maka pekerjaan pun mengalami perubahan, begitu juga dengan masyarakat Dieng.

Warga Dieng Yang dahulu hanya petani. Sekarang banyak yang sudah berusaha dibidang lain seperti, pengusaha homestay, guide, rumah makan, pusat oleh-oleh, dan pekerjaan lain seperti biro wisata, guru, dan lain-lain.

Wisata Dieng Kian Maju

Dengan kekayaan alam yang indah wisata Dieng dan Sikunir mengalami kemajuan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun.

Apa yang menyebabkan sektor pariwisata semakin berkembang? Sehingga masyarakat Dieng banyak yang bergelut dibidang pariwisata!

Perkembangan teknologilah yang menyebabkan sektor pariwisata menjadi lebih maju. Dengan adanya teknologi yang sampai ke desa-desa, maka pola pikir masyarakatpun mengalami perubahan.

Masyarakat Dieng sudah mengenal Facebook sekitar tahun 2010. Dari tahun ke tahun munculah media sosial lainnya sampai dengan mengenal website dan bisa membuat sendiri.

Maka yang tadinya hanya mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama, kini mereka bermutasi dengan pekerjaan lainnya.

Anak-anak yang tadinya engan untuk melanjutkan sekolah SD, sekarang sudah banyak yang bergelar sarjana. Mereka sadar dengan bertambahnya kemajuan jaman maka kehidupanpun akan berubah.

Dengan pendidikan yang tinggi mereka bisa mengolah usaha-usaha di luar bidang pertanian, seperti mendirikan homestay, pusat oleh-oleh, menjadi biro wisata, guide, mendirikan rumah makan.

Homestay di Dieng dan Sikunir

Keberadaan homestay yang menjamur di Dataran Tinggi Dieng bisa menambah pendapatan keuangan keluarga, baik pemilik usaha maupun masyarakat sekitarnya.

Hampir semua rumah di Dieng dijadikan Homstay, terdapat 680 kepala keluarga dan 577 rumah yang berada di Dieng. Rata-rata rumah bisa menampung 6-10 orang tamu, atau sekitar 3 -12 kamar perumahnya.

Jadi kalau semua rumah di Dieng di jadikan homestay bisa menampung sekitar 5.500 tamu yang bermalam di Dieng. Padahal kalau sedang liburan kunjungan wisatawan bisa lebih dari 10.000 pengunjung.

Tak heran bila homestay di luar Dieng juga sampai penuh seperti di desa Patakbanteng, Kejajar, Gataksari dan desa lainnya, bahkan sampai hotel di Wonosobo pun ikut kebagian rezekinya.

Homesatay di Dieng biasanya kalau rumah yang dijadikan homestay yaitu yang sebelah depan di buat kamar dan ruang tamu, sedangkan pemilik rumah berada dibelakang kamar dan dapur.

Harga rata-rata menginap di homestay yaitu berkisar 100k – 400k tergantung bdari kualitas dan fasilitas yang disediakan pengelola homestay.

Rumah Makan Yang Kian Banyak

Dengan bertambahnya wisatawan yang berkunjung ke Dieng maka tak heran biala bermunculan rumah makan baru, seperti Bumi Dieng, Tri Sakti, Mbok Suli, Green Resto, ASRI, Ananda Food, Resto Ongklok,  Silvi, Selera Raja, dan masih banyak rumah makan yang dapat anda temui di Dieng. Baca Pintu Langit

Scroll to Top