Batu Pandang Wisata Dieng dengan view 2 telaga

Menjamu Wisata Dieng Dari Batu Pandang Ratapan Angin

 

Sekilas Citraan Batu Pandang Dieng

Jelajah Batu Pandang Ratapan Angin, resapi keajaiban alam yang terkenal di Dataran Tinggi Dieng, dengan trakking sedang antara lima sampai sepuluh menit.

Menikmati suasana alam pegunungan dengan secangkir kopi di kedinginan bebukitan, berswafoto diantara bebatuan besar. Batu Pandang Ratapan Angin untuk mengapresiasi keindahan ciptaan Tuhan dan menikmati telaga Warna dan telaga Pengilon dari atas.

 

Bermain ayunan diantara dua telaga di atas ketinggian, mendaki bukit tertinggi dengan semilir angin yang kencang, atau hanya sekedar bersantai di warung – warung tradisional.

Mengabadikan memory bersama burung hantu nan cantik dan jinak di bawah tebing batu yang cantik, dengan sangkar burung yang tampak memukau.

Tempat yang menyenangkan untuk dijelajahi, mulailah perjalanan anda dengan keseruan sepanjang destinasi yang sudah disiapkan sedemikian rupa.

Membaurlah dalam suanana kecintaan bersama alam sebagai pusat kesenangan berwisata di puncak ketinggian Dataran Tinggi Dieng.

Trek jembatan dari kayu yang tentunya aman dan kokoh untuk dipijak, suguhan ini membuat destinasi semakin banyak pilihan untuk berfoto dan menikmati dua telaga dari atas.

Anda tinggal memilih spot mana yang akan anda nikmati ; spot utama Batu Pandang di gardu pandang, foto dengan burung hantu, duduk di atas bangku di atas pohon, jembatan, ikon tulisan Batu Pandang Ratapan Angin atau di batu-batu besar lainnya.

Lahan Pertanian yang Kini Menjadi Tren Wisata Dieng

Batu Pandang yang semula hanya lahan pertanian warga, kini sudah berubah menjadi destinasi salah satu terbaik di Dataran Tinggi Dieng.

Para pemilih lahan pertanian yang ada di area atas Telaga Warna dan Telaga Pengilon mengubah lahan pertanian mereka menjadi objek wisata yang layak untuk dikunjungi.

Semula bukit ini hampir tidak pernah dijejaki oleh para wisatawan, hanya mereka para petani yang selalu datang silih berganti untuk mengarap lahan pertanian kentang.

Mereka para petani sebelum tahun 2015 sekitar 12 pemilik lahan yang ada di bukit Batu Pandang belum menyadari bahwa lahan mereka layak untuk dijadikan objek wisata Dieng yang patut untuk diperhitungkan.

Jadi destinasi Batu Pandang Ratapan Angin merupakan objek wisata yang tergolong masih baru di Dataran Tinggi Dieng.

Destinasi yang Selalu Rame Dikunjungi Oleh Traveler

Hal yang tak disangka dan dinyana, bahwa Batu Pandang Ratapan Angin yang semula hanya lahan pertanian kentang, akan menjadi viral di media sosial karena keelokan pemandangannya.

Setiap akhir pekan dan liburan sekolah destinasi Batu Pandang selalu padat dikunjungi oleh wisatawan, bahkan di hari biasa pun Batu Pandang ini dijadikan salah satu tujuan wisata utama.

Lokasi Batu Pandang Nan Indah

Tak perlu memakan waktu yang lama untuk sampai di Batu Pandang Ratapan Angin ini jika anda sudah berada di Dieng. Jarak dari Dieng km 0 sekitar tujuh sampai sepuluh menit untuk menuju ke tempat tersebut jika anda menggunakan kendaraan.

Tepat berada di atas Telaga Pengilon Batu Pandang ini berada, namun jalur menuju ke tempat ini tidak melalui pintu masuk tiket Telaga Pengilon. Jalur menuju ke Batu Pandang Ratapan Angin ini yaitu arah menuju ke bukit Sikunir.

Wisata Batu Pandang Ratapan Angin yang terkenal di Dieng ternyata berada tepat di lokasi desa Jojogan kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

Berapa Tiket Batu Pandang Ratapan Angin

Tiket masuk ke Batu Pandanag Ratapan Angin yaitu sepuluh ribu rupiah perorangnya. Anda bisa membeli tiket masuk kepada petugas yang berada di loket tiket atas.

Scroll to Top