membuat olahan carica

Makanan Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo

Makanan khas Wonosobo. Setiap daerah memiliki kekhasannya masing-masing untuk kulinernya. Keunikan dan citra rasa makanan yang menjadi ciri khas juga berbeda. Ada daerah yang cenderung suka rasa asin, rasa pedas,rasa gurih, dan rasa manis.

Untuk Wonosobo dan kota Temanggung cenderung lebih ke rasa manis. Entah itu minumannya maupun masakannya, dan terutama orangnya hehehe.

Bagi anda yang ingin liburan atau hanya singgah taka da salahnya bila mencicipi atau membeli oleh-oleh makanan khas Wonosobo. Ada yang bisa langsung di makan di tempat dan ada pula yang bisa buat buah tangan buat keluarga.

Kita akan membahas makanan khas Wonosobo yang menjadi ciri khas masakan pegunungan :

  1. Carica

Carica merupakan makanan khas yang ada di Wonosobo. Carica adalah jenis buah bangsa carica papaya yang hanya tumbuh di Dieng. Berbentuk seperti belimbing dan berpohon dan berdaun seperti papaya, namun daunnya tidak bisa dikonsumsi karena saking pahitnya.

Olahan buah carica meliputi :

  • Manisan carica

Manisan carica atau sirup carica banyak kita jumpai di toko oleh-oleh khas Dieng dengan harga yang bervariasi tergantung dari kualitas dan mereknya. Harganya mulai dari Rp 10.000 – Rp 26.000 perkardusnya/bungkus. Isi perbungkusnya yaitu 6 cup.

Manisan carica sangat bervariasi. Anda bisa memilih dengan rasa original, rasa nanas madu, dan rasa cabe gendot.

Saran kami untuk membeli manisan carica pilihlah harga yang di atas Rp 17.000 perbungkusnya, karena kualitasnya akan lebih baik dan terbuat dari gula murni.

  • Dodol cacica

Untuk dodol carica harga rata-rata di pusat oleh-oleh khas Dieng yaitu Rp 25.000

  • Keripik carica

Harga keripik carica rata-rata dijual seharga Rp 15.000 perbungkusnya

  1. Mie Ongklok

Mie ongklok yang menjadi salah satu makanan khas Wonosobo dan juga sudah dibuat versi instan. Jadi bagi anda yang tidak sempat datang ke Wonosobo atau sudah datang namun belum sempat mencicipi makanan khas yang satu ini. Anda bisa membeli versi lainya yaitu mie ongklok instan, yang bisa anda buat sendiri di rumah.

Namun ada kelemahanya kalau membeli mie ongklok instan yaitu tidak ada sate sapi yang menjadi ciri khasnya yaitu makanan pendampinya yaitu sate  sapi, tempe kemul, tahu kemul, dan geblek.

Ada banyak penjual mie ongklok di Wonosobo. Mulai dari kaki lima maupun yang sudah mendirikan bangunan tetap.

Tempat makan mie ongklok yang terkenal di Wonosobo karena rasanya yang enak yaitu :

  • Mie Ongklok Longkrang
  • Mie Ongklok Muhadi
  • Mie Ongklok Bu Umi
  • Mie Ongklok Pak Yadi
  1. Tempe Kemul

Kalau di Purwokerto/Banyu mas kita mengenal yang Namanya tempe mendoan, gorengannya agak lembek dan enak di makan saat masih panas.

Beda kalau dengan tempe kemul, tempe kemul lebih krispi renyah enak disantap pada saat panas maupun sudah dingin. Warna dari tempe kemul ini yaitu kuning karena dikasih pewarna dengan alami yaitu kunyit, jadi aman untuk dikonsumsi.

Harga perbiji yaitu Rp 1.000,- kalau Masyarakat Wonosobo sudah sangat hapal sekali dengan tempe kemul yang enak. Karena tidak semua tempe kemul cirta rasanya sama, namun bagi turis atau orang luar daerah bisa mengangapnya sama. Yang penting sudah bisa makan tempe kemul khas Wonosobo.

Mengapa dinamakan tempe kemul? Kemul yaitu selimut jadi tempe yang diselimuti/dibaluri dengan gandum yang sudah diberi bumbu dapur kemudian di goreng.

Variasi dari tempe kemul yaitu petos atau tempe atos / tempe keras, seiring dengan perkembangan usaha dan wisata Dieng petos juga menjadi perah atau tempe renyah. Jadi yang semula hanya diproduksi tempe yang atos/keras saja sekarang diproduksi tempe yang renyah, agar semua bisa merasakan.

Nah untuk perah atau tempe renyah ini sudah dikemas rapi dan bagus untuk dijual di pusat oleh-oleh. Perah ini juga bisa menjadi salah satu daftar untuk oleh-oleh kas Wonosobo.

  1. Opak Singkong

Opak singkong yang diproduksi di Wonosobo terdaooat dibeberapa desa dengan ciri khas masing-masing desa. Misal di desa Kalibeber yang membuat opak singkong dengan bentuk persegi, desa Kali Bawang dengan bentuk lingkar dan sering disebut opak koin, desa Sapuran dengan bentuk seperti lidah sapi dan sering disebut opak ilat (Bahasa jawa lidah yaitu ilat)

 

Sebenarnya masih banyak makanan khas di Wonosobo yang belum tercantum di atas. Namun keempat makanan khas seperti Carica, Mie Ongklok, Tempe Kemul, dan Opak Singkong lah yang sering dijumpai di tempat wisata Dieng. Terutama di pusat oleh-oleh khas Dieng Wonosobo.

Mari kita lestarikan keragaman makanan khas yang ada di Indonesia, saling menghargai dengan keadaanya dan citra rasa yang ada. Karena lidah kita berbeda, berbeda pula rasa yang dihasilkan, namun kami harap yang keluar dari mulut yaitu yang baik-baik saja.

Karena ada yang tidak suka rasa manis apabila tidak suka cukup simpan dihati saja, karena selera orang pasti berbeda.

Salam sukses bagi pengembang dan yang melestarikan makanan tradisional yang ada di daerahnya masing-masing. Baca juga cara buat manisan carica

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top