Mari mengenal kawah Sikidang dari dalam destinasinya. Kawah dengan ciri bau khas belerang yang menyengat hidung tak membuat tempat wisata ini menjadi sepi, justru semakin rame dari hari ke hari.
Asal Usul Nama Kawah Sikidang
Nama kawah yang satu ini memang unik untuk disimak nama Sikidang (kidang dalam bahasa Jawa) sendiri di ambil dari nama hewan yang suka melompat dan berlari yaitu kijang atau rusa.
Kawah Sikidang menyerupai karakteristik hewan rusa atau kijang, yang suka lari sambil melompat lompat. Begitu pula dengan kawah Sikidang, kawah yang bisa berpindah atau melompat dari satu tempat ke tempat yang lain dan masih di sepuranan kawasan Dieng.
Untuk saat ini ada dua kawah utama atau kawah yang besar yang bisa untuk dikunjungi, dan banyak sekali dijumpai kawah – kawah kecil, kadang hilang tanpa jejak kadang muncul. Kawah kecil ini berupa letupan – letupan kecil ataupun air yang mendidih di area kawah Sikidang dan tidak berbahaya.
Jelajahi Kawah dengan Jalan Kaki via Jembatan Mengular
Anda akan dibuat kagum dengan hamparan kawah – kawah kecil yang sangat luas dengan meniti jembatan kayu untuk menikmati di setiap sudut mata memandang.
Baca juga : Telaga Warna
Padang gersang namun memesona setiap pengunjung yang datang, dengan uap air kawah yang tebal menjadikan view untuk berfoto semakin asyik.
Jalan setapak demi setapak untuk mencari sensasinya, karena disetiap tempat memang indah untuk ditinggalkan.
Menjelajah jembatan nan panjang yang mengasyikan sendiri maupun bersama dengan teman, sahabat dan keluarga.
Jalannan dibuat dari jembatan kayu yang panjang membentang dari awal pertama masuk, sudah disuguhkan dengan keelokan pijakan kaki sampai penghujung wisata Kawah Sikidang.
Dengan adanya jembatan ini traveler akan lebih mantap untuk berfoto, terlihat dari kejauhan asap yang mengunung sebagai latar.
Panjang jembatan seribu meter atau 1 kilo perjalanan dari awal hingga akhir ujung kawah, namun tetap asyik sepanjang perjalanan dan tidak akan bosan, karena di setiap langkah bisa memanjakan mata.
Di pertengahan perjalanan anda bisa melihat kawah yang mendidih dengan kepulan asap yang silih berganti ditiup sang bayu, seakan kita berada disauna belerang.
Melanjut perjalanan gunung putih bak salju, namun ini dari kumpulan belerang yang mengunung dapat menjadi tempat untuk foto yang mengagumkan.
Sebenarnya masih banyak hal lain yang belum diceritakan dalam artikel ini, supaya tidak penasaran sebaiknya anda segera saja dating ke kawah Sikidang dengan berjuta kenangan dan cerita yang indah.
Kawah yang Aman Untuk Wisata
Kawah yang aman untuk dikunjungi baik oleh anak – anak, remaja, maupun orang tua. Sekarang kawah Sikidang sudah ditata dengan penataan yang aman untuk dikunjungi, yaitu dibuat jembatan sampai dengan kawah utamanya.
Jagi anda sudah tidak perlu khawatir terpeleset atau menginjak letupan – letupan kecil kawah yang suhu air mencapai 600 sampai 980.
Bebatuan dan hamparan putih, dan belerang hijau menempel di dinding lereng area kawah tampak gemerlap yang selalu muncul disetiap harinya, masih alami serta di sampingnya terdapat gunung Panggonan yang hijau royo – royo.
Waktu Berkunjung yang Tepat
Untuk menikmati daya tarik keindahan di Kawah Sikidang sebaiknya di waktu menjelang sore hari. Mengapa demikian? Karena kawah dengan hamparan putih yang gersang membuat kawasan ini menjadi panas. Jika anda berkunjung pada siang hari maka akan terasa semakin panas.
Jika anda berkunjung sore hari maka suasana kesejukan akan anda dapatkan. Nah tentu saja anda berwisata untuk mencari kenyamanan dan kesenangan bukan!
